Perayaan Waisak 2567 BE, Bupati Bengkalis: Wujudkan Tali Kasih Antar Sesama

  • Bagikan

Bengkalis, Kabariau.com – Bupati Bengkalis, Kasmarni diwakili Wakil Bupati Bagus Santoso menghadiri perayaan Trisuci Waisak bersama 2567 BE yang dilaksanakan Persatuan Umat Budha Indonesia (Pernabudhi) Kabupaten Bengkalis, Rabu (14/6/2023) malam di Gedung Sukacita Maitreya Desa Wonosari.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kasmarni mengajak umat Budha untuk mewujudkan tali kasih antar sesama yang menjadi pondasi bagi terciptanya rasa persatuan dan kesatuan.

“Daerah kita Kabupaten Bengkalis adalah daerah besar, yang berbeda-beda suku, ras, agama, tradisi, adat istiadat, bahasa, berbeda-beda pilihan. Terus melangkah di jalan kebaikan, mengendalikan diri dari perilaku buruk, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta membantu dengan tulus dan ikhlas,” ajak Kasmarni dalam sambutan yang dibacakan Wabup Bagus Santoso.

Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Bengkalis, orang nomor satu di Negeri Junjungan itu juga mengajak umat Budha, melalui perayaan Waisak ini menguatkan komitmen untuk tetap mempertahankan dan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kebersamaan diantara seluruh lapisan masyarakat yang selama ini telah terbina baik.

“Jadikan momentum perayaan ini, sebagai media untuk memperbaiki kualitas diri, baik dalam beribadah kepada tuhan, maupun berinteraksi dengan sesama manusia. Jadilah sebagai agen pembawa damai, dan selalu berkarya bersama-sama dengan pemerintah, untuk kita bergandeng tangan, saling membahu, agar tujuan mewujudkan Kabupaten Bengkalis bermarwah, maju dan sejahtera dapat kita capai,” ajaknya.

Di kesempatan itu Bupati Kasmarni turut menyampaikan selamat memperingati hari Trisuci Waisak tahun 2023 atau 2567 Tahun Buddhis kepada seluruh umat Budha di Kabupaten Bengkalis.

Kemudian Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menambahkan semua agama mengajarkan kebaikan. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Negeri Junjungan apapun agamanya harus bersatu dan berpegang. Saling menghormati satu dengan yang lainnya sehingga akan terwujud hidup yang harmonis terhadap sesama.

“Menjaga kerukunan agama harus meneladani tiga konsep kerukunan beragama yakni kerukunan intern umat seagama, antar umat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintah dengan melibatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Tampak Hadir dalam perayaan Waisak tersebut Sekjen Permabudhi Provinsi Riau Jono, Pembina Budha Provinsi Riau Tarjoko, Kepolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro, Koramil Kabupaten Bengkalis Kapten Cpl Hendriko, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Sofyan, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Rudi Handoko, serta tamu undangan lainnya.

**red/abdul hamid/infotorial

  • Bagikan